Dalam rangka ulang tahun kota Malang ke 97 pada 1 April lalu, Pemerintah Kota Malang bekerja sama dengan Yayasan Inggil kembali menggelar event tahunan Festival Malang Kembali. Acara yang digelar di sepanjang jalan Ijen ini menarik perhatian lebih dari 500.000 pengunjung setiap harinya.
Tema Festival Malang Kembali 2011 ini adalah “Discovering Heritage”. Tema ini dipilih untuk memperkenalkan warisan kebudayaan Malang antara tahun 900 hingga 1947. Yang berbeda dari perayaan sebelumnya adalah pada tahun ini panitia menggunakan diorama tiga dimensi tentang awal terbentuknya pemerintahan Kota Malang. Dalam diorama tersebut tampak Bupati Syarief, bupati yang menjabat pada masa itu sedang duduk di tengah para adipati.
Di depan Museum Brawijaya dibangun replika benteng kota Malang pada tahun 1767. Lokasi benteng tersebut sekarang berubah menjadi bangunan Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar. Pengunjung boleh masuk ke dalam benteng tanpa dipungut biaya tambahan. Di sepanjang dinding dalam benteng dicantumkan informasi mengenai sejarah kota Malang. Sayangnya karena ruang yang terbatas dan banyaknya pengunjung, informasi menarik tersebut justru tidak terbaca.
Seperti tahun-tahun sebenlumnya, selain wisata sejarah, pengunjung juga dapat menemukan jajanan dan mainan tradisional yang sudah jarang ditemui. Jajanan seperti gulali, tebu, es gandul dan rangin banyak dijajakan di sepanjang jalan. Mainan masa kecil seperti dakon, pistol bambu, gasing, bekel yang selama ini hanya bisa didapat di pasar tradisional, dapat ditemukan dengan mudah di acara ini. Peminatnya tidak hanya anak kecil yang penasaran bagaimana cara memainkannya, tetapi juga orang tuanya yang sepertinya ingin bernostalgia dengan masa kecilnya.
Sebuah stan yang terletak di area Pasar Legi menyediakan semua pernak-pernik tersebut. Barang jualannya cukup lengkap, mulai dari mainan, angklung, asesoris seperti tas dari batok kelapa dan gelang etnik, sampai alat masak. Beberapa pembeli mengaku membeli barang tersebut tidak untuk digunakan memasak, melainkan hanya untuk hiasan ruang makan.
Pada Hari Minggu, 22 Mei 2011, sekitar pukul 20.00 malam diadakan acara penutupan yang dimeriahkan oleh pertunjukan perkusi dari Sanggar Santri Sapu Jagad. Acara ini ditutup langsung oleh Walikota Malang Drs. Peni Suparto, M.AP sekaligus pemberian penghargaan terhadap lomba fotografi dan stan terbaik. Selepas acara penutupan, acara dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit oleh dalang Ki Ardi Purbo Antono.
Selama empat hari acara ini digelar, pengunjung diperkirakan mencapai lebih dari 500.000. Tidak hanya menarik perhatian warga lokal Malang, tetapi juga warga luar kota Malang seperti Surabaya, Kediri dan Blitar. Beberapa wisatawan asing juga tampak sangat antusias. Semoga dengan suksesnya Festival Malang Kembali tahun ini, ke depannya acara ini menjadi semakin menarik. Sampai jumpa tahun depan!



















Foto oleh Aris Prasetyo




