Bondan Prakoso Beritahu Kronologi Kasus Bali

Penyanyi Bondan Prakoso akhirnya berbicara tentang kejadian yang menimpanya di Akasaka Bar dan Music Pub, Denpasar, Bali, 22 April lalu. Bondan mengatakan, pihak penyelenggara tidak menjaga keamanan dan kenyamanan ruang tunggu artis seperti yang seharusnya. Menurutnya, banyak orang-orang tidak berkepentingan yang keluar masuk ruangan.

“Bahkan ada fotografer yang mengambil gambar secara paksa dari jarak dekat. Pihak keamanan bukannya menegur dan membuat suasana lebih nyaman, tetapi justru merekalah yang membawa masuk orang-orang yang tidak dikenal tersebut,” ungkap Bondan di Kawasan Majapahit, Jakarta Pusat.

Sementara itu, Kuasa Hukum Bondan & Feat 2 Black, OC Kaligis, menuturkan, banyak permintaan dari kliennya yang tidak dipenuhi oleh pihak penyelenggara. Padahal, hal tersebut sudah tertuang di dalam perjanjian antara pihak penyelenggaran dan Bondan & Feat 2 Black.

“Ternyata, apa yang diminta oleh klien kami dalam riders (terkait kontrak kerja sama) banyak yang tidak dipenuhi atau bahkan diabaikan oleh pihak penyelenggara acara,” ujar OC Kaligis.

Pasca mendapat perlakukan yang tidak menyenangkan tersebut, pihak Bondan & Feat 2 Black sempat mengajukan protes kepada pihak keamanan penyelenggara. Namun, protes tersebut tidak ditanggapi.

Menurut OC Kaligis, banyak saksi yang mengetahui bahwa keadaan sangat tidak aman. Kendaraan yang ditumpangi Bondan & Feat 2 Black, ujar dia, dihadang pihak keamanan dan berusaha untuk membuka paksa.

“Kelakuan para security semakin menjadi-jadi dengan berteriak untuk memaksa klien kami keluar dari mobil tanpa maksud yang jelas. Security itu memberhentikan dengan alasan mau foto, tapi mana kamera mereka kalau mau foto. Apa coba maksudnya?” ujar OC Kaligis.

Leave a Reply